Rainy Movie : The Classic

Gambar

Hujan dan The Classic…. itu adalah suatu perpaduan yang sempurna. The Classic, sebuah film yang mengangkat tema klasik tentang perjalanan seseorang dalam menemukan cintanya. Pertama kali menonton film ini di pertengahan tahun 2005 saat Korean wave baru mulai mewabah di Indonesia. Sebelumnya aku pernah membaca sinopsis ceritanya yang menurutku wajib buat ditonton karena meski temanya biasa, tetapi cara penyampaiannya yang menarik membuat film ini asyik untuk diikuti dan menjadi one of my everlasting movie. Film yang dirilis di Korea Selatan pada tahun 2003 dan berdurasi 127 menit ini disutradarai oleh Kwak Jae-yong, yang juga berhasil menyutradarai film sukses My Sassy Girl. Film ini banyak menampilkan adegan-adegan yang romantis dan tak terlupakan ditambah musik yang menjadi soundtrack film ini terdengar sangat manis, sehingga saat menontonnya aku seperti mengalami dejavu atau pernah mengalami sebelumnya…mungkin dalam mimpi…. 😉

Alunan musik klasik favoritku, Canon In D yang sepertinya juga menjadi favorit sang sutradara menghiasi hampir di keseluruhan film seperti halnya dalam My Sassy Girl. Seperti juga adegan pembuka yang diiringi musik Canon In D, adegan di mana Ji-hye yang sedang membersihkan rumahnya dan secara tidak sengaja menemukan kotak tempat surat-surat cinta ibunya (Song Joo Hee) dengan cinta pertamanya (Oh Joon Ha). Hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Joo Hee yang telah menjodohkan putrinya dengan Yoon Tae-soo yang juga sahabat Joon-ha. Oleh sebab itu, mereka menjalin hubungan backstreet, dan di sisi lain Tae-soo meminta bantuan Joon-ha untuk menuliskannya surat cinta buat Joo-heeJoon-ha melakukannya dengan senang hati, karena sebenarnya isi surat itu memang benar-benar adalah ungkapan isi hatinya sendiri. Adegan-adegan flashback pada kehidupan masa lalu Joo-hee lalu kembali ke ke kehidupan masa kini putrinya, Ji-hye mewarnai film ini. Aktris Son Ye Jin memerankan 2 tokoh utama Joo-hee dan Ji-hye dengan sangat baik.

Gambar

Ji-hye yang seorang mahasiswa jurusan musik diam-diam mencintai Sang-min (Jo Insung), seorang mahasiswa jurusan Teater/Drama. Tetapi Sang-min malah didekati oleh teman Ji-hye yang rada agresif, yaitu Soo-kyeong. Dia tak segan-segan memanfaatkan kebaikan Ji-hye dengan menyuruhnya menuliskannya surat cinta untuk Sang-min. Ji-hye yang polos tentu saja tidak dapat menolak permintaan temannya itu. Dituliskannya surat cinta untuk orang yang dicintainya. Sepertinya kisah yang dialami oleh ibunya dan kekasihnya, Joon-ha juga dialaminya. Hanya saja sekarang dialah yang menulis surat cinta itu pada seseorang yang bahkan belum mengetahui isi hatinya. Sang-min sendiri sepertinya juga menyukai Ji-hye hanya saja dia tidak berani mengungkapkan perasaannya dan lebih memilih menunjukkannya melalui sikapnya. Dan disinilah keseruannya sehingga memunculkan scene-scene favorit yang membuatku selalu me-rewatching hanya di adegan-adegan favoritku tersebut, seperti…..

Favorite Scene #1 [Di Museum & Bioskop]

Ji-hye kembali membaca surat-surat ibunya di taman kampus sampai akhirnya dia ditelepon oleh Soo-kyeong untuk menemaninya kencan dengan Sang-min di museum yang dilanjutkan dengan nonton film di bioskop. Rupanya Ji-hye terlebih dulu sampai di museum dan ketika mereka bertiga bertemu, secara diam-diam Ji-hye dan Sang-min saling curi-curi pandang 1 sama lain tanpa diketahui oleh Soo-kyeong, dan hal ini berlanjut ketika di bioskop. Adegan ini diiringi dengan lagu rock ballad romantis dari Deli Spice, Confession (고백) yang juga menjadi salah satu soundtrack kdrama Reply 1997. Lagu ini memang tepat untuk menggambarkan adegan ini, di mana meski pun ada wanita (Soo-kyeong) di sisi pria itu (Sang-min) tapi sebenarnya dia memikirkan wanita lain (Ji-hye) ^^ Lirik dan makna lagu ini bisa disimak di sini.

Gambar

Gambar

Setelah nonton bioskop, Sang-min ingin mengajak mereka makan malam. Tapi rupanya Soo-kyeong hanya ingin dia dan Sang-min saja, maka secara diam-diam dia menyuruh Ji-hye untuk segera pulang dan dia menerimanya karena tidak ingin mencari masalah dengan temannya. Dia pun pamit pada Sang-min. Rupanya Sang-min juga telah mempersiapkan kado untuk Ji-hye dan Soo-kyeong. Sang-min menyodorkan kado itu di hadapan mereka berdua dan mereka mengambilnya secara acak.

Gambar

Ketika Ji-hye sedang berjalan pulang, tiba-tiba Soo-kyeong menghampirinya dan meminta agar mereka tukaran kado dari Sang-min. Dan lag-lagi Ji-hye menyetujuinya. Tapi sepertinya takdir berpihak pada Ji-hye. Dia mendapatkan kado yang didalamnya juga ada kartu yang berisi puisi dari Sang-min yang sepertinya menggambarkan perasaan hatinya yang sedang jatuh cinta pada seseorang.

Saat matahari terbit dari batas laut, aku memikirkanmu…
Saat bulan bersinar sendu di musim semi, aku memikirkanmu…

(when the sun shines on the sea, I think of you, when the dim moonlight is on the spring, I think of you…)

Tapi Ji-hye yang polos malah memberitahukannya pada Soo-kyeong dan berpikiran bahwa puisi itu pasti ditujukan untuk Soo-kyeong. Akhirnya kartu itu diberikannya pada Soo-kyeong dan tentu saja Soo-kyeong semakin merasa bahwa Sang-min sangat menyukainya. Sementara itu Ji-hye merasa bahwa sudah saatnya dia melupakan Sang-min😦

The Classic : Museum and Theater Scene (Song : Confession by Deli Spice)

Favorite Scene #2 [Running In The Rain]

Gambar

Inilah adegan yang iconic dalam The Classic. Saat itu hujan turun sangat deras. Ji-hye berteduh di bawah pohon yang rindang ketika tiba-tiba Sang-min datang sambil berlari ke arahnya. Dia menanyakan pada Ji-hye bahwa dia mau kemana, dan dijawabnya dengan gugup bahwa dia mau ke perpustakaan. Sang-min pun menawarkan bantuannya untuk mengantarkan Ji-hye ke perpustakaan dan menjadikan jaketnya sebagai payung. Mereka berdua berlari sambil sesekali berhenti di setiap gedung yang ada. Adegan ini mengambil lokasi di kampus Kyung Hee University. Diiringi lagu soundtrack yang sangat romantis dari grup lawas, Tree Bycyle berjudul I To You, You To Me (너에게 난, 나에게) (mirip dengan lagu dari Fastball – Out Of My Head), adegan itu benar-benar romantis. Dan ketika tiba di perpustakaan, perasaan Ji-hye sangat bahagia walau hanya beberapa menit bersama Sang-min. Dari balik kaca perpustakaan Ji-hye bergegas untuk melihat Sang-min dan rupanya Sang-min pun melihat lagi ke arah perpustakaan. Ji-hye menyesali mengapa memilih perpustakaan yang jaraknya tidak begitu jauh dari pohon tempatnya berteduh…^^

The Classic : Running In The Rain scene (Song : I To You, You To Me by Tree Bycycle)

Favorite Scene #3 [Di Kantin Kampus & Teater]

Seperti hari kemarin, hari inipun hujan turun dengan derasnya dan Ji-hye berada di kantin kampus, minum kopi sambil ngobrol dengan pemilik kantin, seorang wanita paruh baya dan dipanggilnya Unni (sebutan untuk kakak perempuan jika yang memanggilnya sesama perempuan). Ji-hye berdiri sambil memegang cangkir dan memandang ke luar tempat ia berteduh kemarin. Lalu Unni pun berdiri di sampingnya sambil berkata bahwa kemarin Sang-min juga berdiri di depan jendela dan memandang ke arah pohon besar itu (tempat Ji-hye berteduh). Lalu tiba-tiba Sang-min menitipkan payungnya dan berlari ke arah pohon itu padahal kemarin hujan sangat lebat. Seperti inilah ilustrasi yang digambarkan Unni tentang tingkah ‘aneh’ Sang-min kemarin….

Gambar

Ji-hye yang awalnya cuek diam-diam menyimak cerita Unni, dan setelah mendengar cerita itu, ji-hye seakan-akan menemukan clue dari cerita itu. Dia pun lalu berdiri di tempat Sang-min berdiri kemarin, melihat ke luar jendela, dan dia mendapatkan signal tentang kebahagiaannya dalam benaknya. Sebuah pertanda bahwa Sang-min juga memiliki perasaan yang sama sepertinya, jika tidak mengapa Sang-min rela kehujanan padahal dia membawa payung.

Gambar

Lalu dalam suasana hati yang bahagia Ji-hye pun meminta payung Sang-min untuk dikembalikannya.

Gambar

Ia pun melakukan hal yang sama dengan Sang-min, berlari-lari di tengah hujan deras sambil membawa payung Sang-min. Ia terus berlari ke arah gedung teater tempat Sang-min sedang berlatih karena sebentar malam Sang-min akan pentas bersama Soo-kyeong. Dan ketika sampai di teater itu, dengan napas terengah-engah dia menuju ke arah Sang-min yang menatapnya dengan nada heran karena melihatnya membawa payung tetapi tidak dipakainya.

Gambar

Sang-min : Mengapa kau basah padahal kau membawa payung?

Gambar

Ji-hye : Ini bukan milikku. Aku datang untuk mengembalikannya padamu. Kau meninggalkannya di kantin. Aku bukan satu-satunya yang basah walaupun dengan payung, bukan?

Setelah mengatakan hal itu, Ji-hye lalu bergegas pergi, tapi Sang-min menahannya.

Gambar

Sang-min : Jangan pergi! Kau sudah tahu….perasaanku. Sekarang kau tahu semuanya. Ya…saat aku melihatmu berlari tanpa payung, aku tinggalkan payungku. Di hari kita menonton bioskop, aku ingin memberimu hadiah, jadi aku belikan juga untuk Soo-kyeong. Dan jika takdir memihakku, aku rasa kau akan menerima hadiah dengan kartu di dalamnya. Kurasa kita berada dalam jarak. Aku ingin mengakui perasaanku, aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu, tapi aku tak bisa. 

Ji-hye terharu mendengar pernyataan Sang-min dan kemudian berkata pada Sang-min bahwa dia akan datang menonton pertunjukannya. Sang-min pun merasa lega telah mengatakan semuanya pada Ji-hye dan sejak hari itu mereka pun menjadi sepasang kekasih ^^

Flashback Kisah Cinta Joo-hee & Joon-ha

Saat menonton film ini kita akan dibawa untuk flashback ke masa lalu, yaitu cerita tentang Joo-hee (ibu Ji-hye) bersama cinta pertamanya, Joon-ha yang ternyata adalah ayah Sang-min. Perjuangan Joon-Ha yang begitu gigih untuk mendapatkan cintanya, meski akhirnya harus ia pendam karena merasa tidak enak pada Tae Soo (ayah Ji-hye) yang juga sahabat karibnya. Perjuangan Joon-ha yang akhirnya merelakan diri ikut berperang demi melupakan Joo-hee, dan di mana ia membabi buta menembaki musuh hanya untuk sebuah kalung yang ia anggap lebih berharga dari nyawanya itu dan pada akhirnya membuat matanya menjadi buta. Sehabis berperang ia sengaja bertemu Joo-hee untuk mengembalikan kalung tersebut tetapi Joo-hee menolaknya karena ia memang telah memberikannya untuk Joon-ha. Ia juga terpaksa berbohong bahwa ia telah menikah. Padahal yang sebenarnya adalah ia baru menikah ketika mendengar Joo-hee telah menikah dengan Tae-soo. Itu semua dilakukannya demi kebahagiaan Joo-hee walaupun ia sendiri harus mengorbankan kebahagiaannya seumur hidup. Adegan ini cukup emosional dan menguras air mata T__T

Akhir Kisah Ji-hye & Sang-min

Walaupun takdir percintaan kedua orang tua mereka tidak berakhir bahagia, namun ini tidak berlaku bagi mereka berdua. Setelah mendengar kisah pilu tentang orang tua mereka, mereka pun bertekad untuk bersatu. Lalu Sang-min melepas kalung pemberian ayahnya (alm.) dan diberikannya pada Ji-hye. Sekedar info tambahan, Ji-hye lahir beberapa tahun setelah orang tuanya menikah, sehingga tidak ada jarak usia antara Ji-hye dan Sang-min meski ibunya menikah lebih dulu dari ayah Sang-min. Film bertema percintaan klasik yang simpel dan sederhana ini sangat aku rekomendasikan pada siapapun yang sedang jatuh cinta atau yang sedang menantikan seseorang yang dicintainya ^^ Tulisan ini juga adalah revisi dari tulisan lamaku *The Classic ~ My Favorite Scene yang telah kuposting di blog lamaku…. happy watching 😉

Advertisements

2 comments

  1. the classic film yg sangat membingungkan awalnya..tp setelah pertengahan baru tau kalau alurnya maju mundur dan ternyata pemeran perempuannya yg menjadi ibu dan anak adalah aktris yg sama…aku suka banget ost.the classic nae kaenan #kalau ga salah# yg berlari dari pohon ke perpustakaan hujan2an…romatis banget…aku suka banget^^
    film korea favorit aku^^

    Like

    • iyaa klo nonton prtama kali rada bingung tpi dstulah letak keseruannya….
      dan ost d film itu emang bgs2….mkanya aku tulis dstu adegan iconic dr film ini yg brlari d hujan diiringi lagu itu…. romantis bgt ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s