Kongjwi and Patjwi…. Kisah Cinderella Ala Korea

Korea ternyata juga memiliki kisah tentang gadis Cinderella. Kisah ini berjudul Kongjwi dan Patjwi yang merupakan kisah tradisional yang tercipta di akhir era dinasti Joseon. Berdasarkan info dari korea.net, kisah ini terdiri dari 17 varian, dan versi novelnya telah diterbitkan di tahun 1928. Secara keseluruhan kisahnya memang hampir mirip dengan kisah Cinderella ala barat yang sudah sangat kita kenal sejak masih kecil. Ada sosok ibu tiri dan saudari tiri yang jahat, ada yang berbuat semena-mena dan ada yang tertindas, ada binatang-binatang dan juga ibu peri dengan kekuatan magisnya yang selalu menolong dalam keadaan terjepit. Terlepas dari itu semua, ada pesan moral yang hendak disampaikan dalam kisah ini bahwa orang-orang baik yang berpikiran positif dan suka bekerja keras maka suatu hari mereka akan mendapat imbalannya berupa kebahagiaan.

Kongjwi and Patjwi [foto source : korea.net]
Kongjwi and Patjwi [foto source : korea.net]
Tetapi kisah Kongjwi dalam menemukan kebahagiaannya tidak langsung berakhir ketika dia bertemu sang Pangeran lalu menikahinya. Kisahnya masih berlanjut dimana saudara tirinya, Patjwi membunuhnya dan mengambil kedudukannya sebagai istri dari Pangerannya. Maka lagi-lagi kekuatan magis beraksi ketika Kongjwi dibangkitkan dari kematiannya dan diberi kesempatan untuk membalas kematiannya. Kebangkitannya pun digambarkan dalam beberapa transformasi mulai dari menjadi teratai emas sampai batu pualam yang menggambarkan tentang kekuatan ilmu magis yang ada di masa dinasti Joseon.

Kisahnya memang sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang terjadi di masa dinasti Joseon. Selain tentang ilmu magis yang dulunya menjadi hal yang sangat dipercaya, tugas-tugas berat yang diberikan oleh ibu tirinya kepada Kongjwi di awal-awal cerita seperti : mengisi tabung air, menenun kain rami, dan menumbuk padi adalah tugas-tugas khas yang seharusnya memang dikerjakan oleh perempuan dari kalangan menengah ke bawah di masa itu.

Kongjwi and Patjwi [photo source : ohkpop.com]
Kongjwi and Patjwi [photo source : ohkpop.com]
Hal nyata yang diyakini dari kisah ini adalah tata letak dari desa Dunsan yang terdapat di kota Gimje (Gimje-si), Jeollabuk-do (Propinsi Jeolla Utara) yang diatur menyerupai sapi. Lalu di desa itu terdapat pula batu yang menyerupai kura-kura yang diyakini sebagai kura-kura penolong Kongjwi. Selain itu banyak yang mengatakan jika Kongjwi menjatuhkan sepatunya di sungai Duwol yang terdapat di desa itu.

Kisah Kongjwi and Patjwi telah diadaptasi dalam berbagai versi mulai dari versi opera, musik populer, film layar lebar (tahun 1958 dan 1967), juga tak ketinggalan versi kdrama : My Love Pattzi (2006) yang dibintangi oleh Jang Nara dan Kim Jae Won, serta drama sitkom : All My Love (2010) yang salah satu pemainnya adalah Jo Kwon 2AM dan Ga In Brown Eyed Girls.

Kisah lengkap tentang Kongjwi and Pajwi bisa di baca di Wikipedia

Versi animasi dalam bahasa Korea dan bahasa Inggris bisa ditonton di freshkorean.com

 

#WowKoreaSupporters

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s