Ada Apa di Bugis?

Saya berasal dari Sulawesi Selatan dimana propinsi ini terdiri dari beragam suku yang mewarnai keragaman penduduknya. Bugis adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Selatan, tapi sebenarnya yang ingin saya bahas di sini bukanlah tentang suku Bugis secara khusus, tapi tentang Bugis area yang ada di Singapura. Mengapa demikian? karena pengen aja! 😀

Beberapa kali mengunjungi Singapura, tapi sampai sekarang belum sempat menulis sesuatu tentang Bugis area yang merupakan area yang paling saya sukai di Singapura. Entah kenapa saya bisa jatuh cinta dengan area ini, namun satu yang pasti karena saya suka dengan atmosfernya yang terasa damai dan dinamis. Lalu ada apa di Bugis?

Sejarah Bugis Area

Di masa lalu, Bugis  area yang saat itu belum memiliki nama merupakan daerah yang luas dan dihuni oleh warga berpendidikan dari Cina. Mereka menyebut area ini sebagai Xiao Po. Area ini dulunya membentang sepanjang Tanjong Pagar melalui Chinatown hingga ke Jalan Sultan. Di sekitarnya dipenuhi dengan pedagang, dimana kegiatan perdagangan menjadi pusat kegiatan di area itu sehingga terkenal pula sebagai salah satu zona ekonomi yang paling dinamis di Singapura.

Sebelum tahun 1950an, dan sebelum Singapura dijajah oleh Inggris, di area ini terdapat sebuah kanal yang sangat besar, dan dilalui oleh pedagang-pedagang suku Bugis, Sulawesi Selatan dan melakukan kegiatan perdagangan dengan pedagang-pedagang dari Singapura. Pada saat itu, pedagang suku Bugis dikenal pula sebagai pelaut yang tangguh sehingga memperoleh reputasi yang disegani di Singapura hingga akhirnya satu persatu dari pedagang suku Bugis itu menetap dan terbentuklah Bugis Area yang hingga kini masih eksis dan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Singapura.

Meskipun kini Bugis Area tidak lagi dihuni oleh suku Bugis, namun suku ini memiliki peran yang cukup besar dalam sejarah perkembangan Singapura. Maka tak heran jika Bugis diabadikan namanya sebagai salah satu area penting di Singapura. Selain itu, masih ada 1 area lagi yang erat kaitannya dengan nama kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Sengkang yang lagi-lagi merupakan kabupaten bersuku Bugis.

Tak bisa dipungkiri, jika ditinjau dari sisi historis, suku Bugis memiliki peran besar di negeri jiran. Berdasarkan catatan sejarah, setelah Kerajaan Gowa dikuasai oleh VOC di pertengahan abad ke-17, maka beberapa keturunan dari Kerajaan Gowa bersama orang-orang Bugis lainnya ikut serta meninggalkan Sulawesi Selatan untuk menuju ke kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Di sini mereka juga turut terlibat dalam perebutan politik kerajaan-kerajaan Melayu. Itulah sebabnya banyak Raja-raja di Johor dan Selangor merupakan keturunan suku Bugis dari Luwu.

Ada Apa di Bugis?

Bisa dibilang Bugis Area adalah tempat yang paling nyaman untuk ditinggali jika berada di Singapura. Bisa dibilang area ini adalah all in alias hampir semua ada di sini.

1. Sarana Transportasi Umum

Dimulai dari Queen Street Terminal. Ini adalah terminal kecil tempat bus-bus dari Johor Bahru, yang merupakan negara bagian dari Malaysia dan berbatasan langsung dengan Singapura. Disinilah bus-bus itu mangkal, tepatnya bus SBS 170 dan CauseWay Link  1 (CW1). Jadi kalau kalian traveling dari Malaysia ke Singapura menggunakan moda transportasi darat maka:

  • Jika menggunakan bus, kalian akan turun di Larkin Terminal, Johor Bahru kemudian lanjutkan dengan naik bus lokal seperti SBS 170 atau CauseWay Link 1 (CW1)
  • Jika menggunakan kereta api, kalian akan turun di Johor Sentral, kemudian jalan sedikit menuju Bangunan Sultan Iskandar yang merupakan imigrasi Malaysia di Johor Bahru. Setelah itu lanjutkan dengan naik bus lokal seperti SBS 170 atau CauseWay Link 1 (CW1) yang berada di bawah.

Perlu diingat bahwa karcis bus lokal itu berlaku sampai di pemberhentian terakhir, yaitu di Queen Street Terminal, jadi karcisnya jangan dibuang. Saat turun di imigrasi kemudian akan lanjut naik bus, naiklah di bus yang berkode sama misalnya SBS 170 atau CW1 dan tidak perlu bayar lagi karena sudah dibayar di awal, cukup perlihatkan karcis yang tadi. Bayarlah dengan uang pas karena tidak ada kembalian. Bisa dibayar dengan ringgit Malaysia atau dollar Singapura, tapi lebih baik ringgit 😀

Terdapat  2 stasiun MRT yang akan mendukung jalan-jalan hematmu! Ke-2 stasiun MRT itu adalah:

  • Bugis MRT Station berlokasi di Bugis Junction di Victoria Street. Bugis Junction adalah sebuah mal yang di seberangnya terdapat Bugis Village, sebuah pasar tempat membeli ole-ole, walaupun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan di Chinatown, tapi pasar ini cukup lengkap, bersih, dan nyaman.
  • Nicoll Highway MRT Station berlokasi di Beach Road dimana jalan ini juga dekat dari terminal bus Golden Mile bagi yang trip dari Malaysia ke Singapura naik bus langsung (bukan bus lokal).
20151017_153707
Suasana di North Bridge Road di bagian belakang Bugis Junction tempat Bugis MRT Station berada
20151015_093503
Penampakan Singapore Flyer dari atas jembatan penyeberangan menuju ke Nicoll Highway MRT Station

2. Penginapan Murah

Mau menginap dengan harga murah dan suasana yang nyaman? Yaa di Bugis area aja! Sejumlah penginapan murah sekelas hostel backpackers bisa kalian dapatkan di sini. Sebagai rekomendasi pribadi, saya pernah menginap di ABC Backpackers jalan Kubor, 5Footwayinn Project Bugis di Alliwal Street, dan Shophouse The Social Hostel di Arab Street. Dari ke-3 penginapan di Bugis area ini, saya paling suka dengan 5Footwayinn Project Bugis walaupun harus diakui jika penginapan ini memiliki tarif paling mahal. Hanya saja saat itu saya beruntung mendapatkan penawaran terbaik dari Traveloka sehingga berhasil mendapatkan kamar di sana dengan harga yang cukup terjangkau.

Fasilitas umum yang biasanya terdapat pada penginapan ala backpacker adalah kamar mandi di luar kamar, sarapan pagi, free wifi sepuasnya, dan bisa menitipkan barang saat sudah check out tapi ada beberapa penginapan yang membatasi jamnya. Dan lagi-lagi untuk fasilitas, 5Footwayinn Project Bugis mendapatkan rengking 1 di mata saya. Bayangkan saja, pantry-nya 24 jam, jadi kalau susah nyari makan halal atau bujet terbatas, kita bisa membawa indomie dan masak disitu alias disiram, trus di pantry-nya ada mesin minuman yang menyediakan beberapa jenis minuman seperti milo, cappucino, teh tarik, dan masih ada lainnya. Ntar makannya di rooftop depan pantry… asik lho suasananya! Jadi, bagi yang penasaran bisa mencoba nginap di sini.

20151015_091530-horz
5Footwayinn Project Bugis & rooftop-nya

3. Tempat Makan Halal

Tak bisa dipungkiri jika sebagai muslim yang baik, kita akan mencari makanan halal di manapun. Nah, Bugis area adalah gudangnya makanan halal. Gimana tidak, di sini terdapat Kampong Glam, sebuah perkampungan yang awalnya dihuni oleh suku Bugis dan Jawa, hingga akhirnya kini didominasi oleh suku Melayu. Tak heran jika di sini banyak terdapat tempat makan yang halal, bahkan ada Kampong Glam Cafe yang menawarkan sajian kuliner yang lezat dan selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang baik warga lokal maupun wisatawan dengan harga yang murah. Lokasinya berada di perempatan antara Kandahar Street dan Bussorah Street.

halal sg kampong glam cafe2
Credit to : Traveling Precils

4. Tempat Ibadah untuk yang Muslim

Kalau kamu muslim maka di Bugis Area kamu bisa dengan tenang menjalankan ibadah sholat di Masjid Sultan. Sebuah masjid yang menjadi masjid tertua sehingga tempat ini juga populer  sebagai salah satu tempat wisata sekaligus tempat ibadah. Meskipun berarsitektur tua namun masjid ini nampak klasik dan kokoh. Saat ini diadakan renovasi sedikit pada masjid Sultan namun kita masih tetap bisa beribadah dengan tenang. Di dekat masjid terdapat Malay Heritage Centre, sebuah istana Kampong Glam yang menyimpan peninggalan sejarah warga kampong Glam di masa lalu.

20151016_190017
View Masjid Sultan yang di foto dari pelataran Malay Heritage Centre
20151017_170821-horz
Water Dispenser for free di pelataran Masjid Sultan. Ini penting mengingat harga sebotol air minum di Singapura cukup mahal.

5. View yang Menarik

Selama ini Singapura identik dengan Merlion, Esplanade, Marina Bay Sands, dan Universal Studios. Tempat-tempat itu menjadi semacam tempat wajib foto buat orang-orang yang mengunjungi Singapura. Tapi sebenarnya di Singapura itu banyak lho tempat buat foto-foto yang anti mainstream alias gak umum. Bahkan di sekitar area Bugis, kita bisa mendapatkan banyak view yang menarik mengingat tempat ini memiliki gaya vintage dan klasik. Jadi bagi yang suka foto-foto tanpa kesan mainstream, cukup berkunjung ke Bugis area untuk mendapatkan view yang menarik dan bisa membuat orang-orang penasaran, dimanakah itu?

20151016_171355
Bussorah Street yang berada di belakang Masjid Sultan
20151016_172854-horz
Bangunan bergaya vintage di Bussorah Street
20151017_102308
Selfie Coffee, jalan Haji Lane, Bugis, Singapore
20151017_102519
Piedra Niegra, di ujung jalan Haji Lane, Bugis, Singapore

Nah,, itulah review saya yang cukup panjang tentang Bugis Area di Singapura. Happy traveling n hopefully we can meet in the next trip ^^

20151017_102255
Selfie di depan Selfie Coffee
20151017_103155
Selfie di depan Piedra Niegra
20151016_185642
Selfie di depan Malay Heritage Centre

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s