Mengurus Visa Korea Selatan untuk Pelajar/Mahasiswa

Hingga saat ini Korea Selatan masih menjadi negara impian banyak orang untuk dikunjungi. Tidak bisa dipungkiri, demam Korean Wave (KDrama ataupun KPop) seolah menjadi magnet untuk bisa menginjakkan kaki di negeri ini. Walaupun begitu, Korea Selatan memiliki sejuta kekayaan warisan budaya dan pemandangan alam yang indah hingga mampu membuat orang untuk segera berkunjung ke sana. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman temanku, Regitz yang statusnya masih seorang mahasiswa dalam mewujudkan impiannya ke Korea Selatan bersamaku di akhir bulan Oktober 2016 ini.

Kami membeli tiketnya di pertengahan November 2015 ketika AirAsia mengadakan promo kursi gratis. Saat itu juga tiket pp AirAsia untuk rute Makassar – Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur – Incheon berhasil dieksekusi dengan harga sekitar Rp. 3 juta untuk keberangkatan di musim gugur (autumn). Cukup murah bagi kami yang berdomisili di Indonesia Timur dimana pilihan maskapai penerbangan tidak sebanyak dengan di Indonesia Barat, terutama Jakarta. Saat itu pemikiran kami, yang penting beli dulu, urusan lain terutama visa baru dipikirin belakangan.

Singkat cerita, 3 bulan sebelum pengajuan visa yang direncanakan di bulan September 2016, kami mulai menyusun strategi. Yang paling awal sih membuat tabungan nampak ‘cantik’ agar bisa meyakinkan pihak kedutaan. Jujur Regitz sendiri tidak mempunyai tabungan sama sekali, dia hanya mengandalkan tabungan kedua ortunya yang isinya pun tidak banyak. Aku sendiri karena sudah bekerja, harus lebih disiplin dalam pengeluaran mengingat akan menanggung sendiri biaya perjalananku selama di sana.

Tepat tanggal 1 September kami pun mulai bergerak untuk mengumpulkan dokumen pengajuan visa wisata (C-3-2) yang sebelumnya sudah kami ketahui melalui website Kedutaan Korea Selatan. DI SINI

DOKUMEN YANG DISIAPKAN 

Karena Regitz yang baru berusia 19 tahun dan saat ini masih berstatus mahasiswa aktif, maka ini dokumen-dokumen yang disiapkannya:

  1. Form Aplikasi Visa Korea Selatan yang diisi dan ditempeli selembar foto berwarna terbaru berukuran 3,5 x 4,5 cm berlatar putih
  2. Pasport Asli
  3. FC pasport (halaman identitas) *)berhubung Regitz belum pernah keluar negeri sama sekali alias pasportnya masih kosong
  4. FC Kartu Keluarga
  5. Surat Keterangan Mahasiswa Aktif *)dikeluarkan dari kampus, berbahasa Indonesia dan asli
  6. FC Kartu Mahasiswa
  7. FC KTP dan FC KTP Ortu
  8. FC Akta Lahir
  9. Rekening koran 3 bulan terakhir dan referensi bank milik orang tuanya
  10. Surat Ijin sekaligus surat sponsor dari ayahnya yang ditanda tangani di atas materai Rp. 6000 *)kebetulan ayahnya bekerja sebagai karyawan salah satu BUMN

Adapun contoh suratnya:

14479599_10210811692078090_3486292643070271150_n

Berhubung kami berdomisili di Makassar, maka kami pun meminta bantuan teman di Jakarta untuk menguruskan visanya. Pengiriman dokumen pada 14 September 2016, dan setelah temanku di sana mengeceknya, maka dokumen dimasukkan pada Senin, 19 September 2016. 3 hari kemudian tepatnya Kamis, 22 September 2016 keluarlah pengumuman visa di website visa.go.kr yang menyatakan bahwa visanya APPROVEDChukhae dongsaeng! ^^

visa-regita

NEW UPDATE INFO (APRIL 2017)

  • Sejak akhir tahun 2016, pihak konsuler dari kedutaan Korea Selatan mulai concern terhadap dokumen pajak berupa SPT-PPh 21 yang dikeluarkan dari kantor pajak, jadi jika kamu disponsori orang tua, dalam hal ini surat ijin & surat sponsor dari orang tua (bisa ayah atau ibu) dan salah satu atau kedua orang tuamu bekerja, tolong lampirkan pula fotocopy NPWP dan SPT-PPh 21 milik orang tua (ayah atau ibu yang bekerja).
  • Biasanya SPT-PPh 21 diterbitkan oleh kantor pajak bagi mereka yang berstatus bekerja sebagai pegawai negeri sipil, karyawan bumn, atau karyawan swasta/kantoran. Bisa juga menambahkan dokumen pendukung berupa fotocopy kartu pegawai milik orang tua
  • Apabila orangtua bekerja sebagai wiraswasta/usaha sendiri, namun memiliki NPWP tetapi tidak memiliki SPT, bisa mendatangi kantor pajak sesuai alamat domisili dan melaporkan tentang penghasilannya agar diterbitkan SPT meskipun bukan berupa SPT-PPh 21.
  • Apabila orangtua bekerja sebagai wiraswasta/usaha sendiri, namun tidak memiliki NPWP dan SPT, bisa membuat surat pernyataan di atas materai Rp. 6000 dan berbahasa Inggris yang isinya menyatakan bahwa mereka tidak memiliki NPWP dan SPT. Ditandatangani oleh orang tua (ayah atau ibu) yang menjadi sponsor dan pemberi ijin perjalanan liburanmu ke Korea Selatan.
Advertisements

6 comments

  1. kak untuk surat Ijin sekaligus surat sponsor apakah bisa ditanda tangani oleh ibu dikaenakan yang mensponsori dan memberi izin adalah ibu. terima kasih

  2. waaah makasih infonya kak, sempet pesimis kemarin mau beli tiketnya. btw, surat izin sponsor itu di keluarkan sama perusahaan bapanya atau kita bikin sendiri?

    • surat sponsor bisa kamu buat sendiri seperti contoh di artikel ini karena yang memberi sponsor adalah ortu kamu, dalam hal ini bapak/ayah jadi nanti ditandatangani sama bapak kamu saja 🙂
      Ohiya…saya telah menambahkan tambahan info yang mungkin juga berguna mengingat seringnya terjadi perubahan aturan di kedubes Korsel.

    • halo,, surat keterangan mahasiswa dikeluarkan langsung oleh bagian akademik dari masing-masing kampus dan biasanya ditandatangani oleh dekan fakultas tsb, jadi tiap fakultas biasanya memiliki format tersendiri…terima kasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s