[Seoul2016] 1st : Take Off to Kuala Lumpur

26 Oktober 2016….tepat sebulan lalu ketika akhirnya saya akan berangkat lagi ke Seoul, Korea Selatan untuk kedua kalinya setelah yang pertama waktu akhir Juni 2013. Untuk yang kedua ini boleh dibilang lebih drama dibandingkan yang pertama, mulai dari perpanjangan pasport, visa yang paling drama dan bikin saya nyaris tidak tidur semalaman ketika dimintai dokumen tambahan, drama di bandara Hasanuddin Makassar, dan yang terakhir adalah drama di KLIA2.

Hari itu, Rabu pagi jam 8 saya sudah mandi dan siap-siap berangkat ke bandara. Janjian dengan Regita untuk berangkat sama-sama paling lambat jam 9. Sementara itu, Dewi sudah duluan karena terbangnya dari Jakarta trus ke KL akibat kelamaan beli tiket AA. Dan kami berjanji bertemu di KL karena pastinya penerbangan yang ke Seoul satu pesawat.

Di bandara Hasanuddin, masukkan bagasi…bagasi yang dibeli adalah 25 kg. Dan dramanya adalah madu yang kupikir akan disita karena beratnya 150 gram dan saya sudah pasrah dengan hal itu. Tapi sebelumnya madu yang tersimpan di bagian paling bawah ransel, lebih baik kukeluarkan terlebih dahulu dan dipindahkan ke bagian yang mudah dijangkau daripada di depan petugas tas dibongkar dan di belakangku mungkin banyak antrian.

Setelah itu, kami berdua berjalan ke atas menuju ruang tunggu yang belum terbuka. Akhirnya menunggu di ruang tunggu lainnya yang dipenuhi sekumpulan orang Makassar yang juga mau ke KL untuk nonton Moto GP di Sepang, Malaysia. Kira-kira 15 menit, gate terbuka dan kami pun masuk. Pemeriksaan paspor berjalan mulus, tapi begitu sampai di dalam dan pas proses scanning, petugas meminta tasku dibuka. Setelah dibuka, dia menemukan botol aqua kemasan baru berukuran 750ml dan kosong. Emang sengaja bawa botol itu untuk keperluan toilet selama di Seoul mengingat di sana no water, only tissue! 😀

aqua-click-n-go-botol-air-mineral-750ml-karton-isi-18-1076-3222541-1-zoom

Dan dengan alasan prosedur, petugas itu membuang botol itu padahal kemarinnya saya sengaja beli dan harus aqua kemasan baru itu karena tutupnya bagus. Saya sempat beradu argumentasi karena menurutku itu botol kosong, dan saya juga membawa botol air minum tupperware yang kosong ukuran 500 ml tapi kenapa itu tidak dibuang juga? Jika alasan volume, keduanya bervolume lebih dari 100 ml jika diisi cairan. Aneh tapi nyata,, itulah yang terjadi. Belum lagi sepatu yang selalu kupakai saat traveling tiba-tiba jebol tanpa alasan. Untung masih bisa dipakai walaupun sudah pasti saya harus segera membeli sepatu begitu tiba di KLIA2.

Dan setelah menempuh penerbangan selama 3 jam 10 menit, yang dimulai pada pukul 11.55, maka tibalah saya dan Regita di KLIA2 pada pukul 14.30 dan Dewi sudah menunggu sambil nongki-nongki cantik di sebuah tempat makan. Lalu kami pun bergegas mencari tempat makan berat karena sudah lapar, dan setelah itu mencari sepatu. Setelah hunting di Vincci dan tidak dapat yang oke,, saya pun berjalan sambil melihat-lihat dan akhirnya menemukan sebuah sepatu yang lucu dan murah only 49RM di sebuah toko namanya ‘Red Eye‘. Ternyata ini adalah salah satu brand dari Korea dan counternya sangat banyak di Seoul. Belum sempat sampai di Seoul tapi udah beli sepatunya ^^

15109574_10211446886037542_8459684661726866844_n

Setelah urusan sepatu kelar, kami ke Musholla yang ada di level 1. Dan lagi-lagi drama dimulai. Pertama, Dewi yang kelebihan bagasi karena banyak titipan indomie goreng dari temannya buat member SuJu, jadi mau tidak mau sebagian isi kopernya harus dipindah, dan untung aja saya bawa folding bag. Kedua, ranselku tiba-tiba patah kunci gemboknya bagian dalam. How come? gimana kalo tiba-tiba dapat random check lagi dan gak bisa terbang gara-gara tas ransel gak bisa dibuka?

Akhirnya, Regita berinisiatif untuk nyari bantuan. Setelah dia keliling beberapa saat, hasilnya nihil dan sayapun pasrah. Tiba-tiba sebelum sholat magrib dapat ide tentang cara membuka gembok yang macet. Seingatku, tanteku pernah bilang cukup dioleskan dengan  minyak pada bagian yang macet. Sayapun iseng mengikuti caranya, dan dengan bermodalkan minyak telon akhirnya berhasil! Walaupun begitu masih ada yang mengganjal di pikiran kami terutama Dewi karena kami bertiga patungan membeli bagasi ke Seoul hanya 30 kg, sedangkan koper Dewi sudah lebih dari 10 kg sebelumnya.

Sekitar jam 8 malam kami pun bergegas untuk check in bagasi sebelum banyak orang karena ingin ditimbang dulu agar muat 3 koper untuk 30 kg. Dan ternyata benar, karena memang masih lebih. Lalu kami memindahkan lagi sedikit barang ke folding bag… hahahaha benar-benar rempong dan penuh drama, cyin! Tapi entah kenapa kami gak mengeluh karena Seoul sudah nampak di pelupuk mata dan tidak sabar dengan petualangannya…. and finally we ready to board and can’t wait to see, Seoul! ^^

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s