Aku Ingin Kembali ke Seoul dan Merasakan Lagi Keramahan Warga Lokalnya

Merencanakan traveling itu memang sangat menyenangkan apalagi ketika tak sengaja mendapatkan harga tiket pesawat murah melalui aplikasi skyscanner yang terinstal mantap di hp androidku. Termasuk ketika setahun lalu aku berhasil mendapatkan tiket pesawat promo dengan memakai aplikasi skyscanner karena aplikasi ini akan memfilter seluruh harga tiket pesawat mulai dari yang termurah hingga termahal. Itulah sebabnya setiap kali aku baru mau menyusun rencana traveling mendatang, aku pasti langsung membuka aplikasi skyscanner.

Ohya, di akhir Oktober 2016 aku kembali berlibur ke negeri ginseng Korea Selatan untuk yang kedua kalinya. Aku merasa liburan keduaku ini seperti sebuah AHA MOMENT karena aku sendirilah yang merancangnya dan ini adalah impianku setelah sebelumnya aku pernah kesana di tahun 2013.

Kenapa aku mengatakan bahwa ini adalah sebuah AHA MOMENT bagiku? Karena banyak hal yang lebih berkesan yang kualami di liburan keduaku di negeri ginseng, Korea. Sebuah momen yang selalu ingin kuulang dan kuulang lagi.

Tentu saja banyak cerita yang bisa kurangkai untuk perjalanan 10 hariku di sana. Tapi dari sekian banyak hal yang kualami disana, aku ingin menceritakan tentang keramahan warga lokal yang kudapatkan saat berada di kota Seoul, kota yang kutinggali mulai saat aku tiba hingga meninggalkan Korea untuk bertemu lagi di lain waktu.

Mungkin ada sebagian orang yang menganggap orang-orang Korea itu sedikit rasis terhadap orang Asia berkulit sawo matang sepertiku. Apalagi beberapa video di youtube memperlihatkan hal itu. Tapi apakah karena hal itu maka langkahku surut? Bagiku itu hanya 1 dari sekian alasan tak penting yang hanya perlu kuabaikan. Masih ada 99 hal menyenangkan yang akan kurasakan di sana. Begitu pikirku saat itu.

a POSITIVE mind finds opportunity in everything, while the NEGATIVE mind finds faults in everything ~~~ unknown

Di hari itu ketika aku baru tiba di penginapan yang akan kutinggali. Sayangnya ketika aku memencet bel, tak ada seorang pun yang membukanya. Aku pun duduk di bangku yang ada di dekat pintu penginapan itu. Kebetulan di depan tempat duduk itu ada restoran kecil.

Lalu aku iseng masuk dan bertanya pada ahjumma sang pemilik restoran dengan menggunakan bahasa Inggris yang ala kadarnya. Untung saja ahjumma tahu maksudku. Lalu dengan sigap ia menelpon pemilik penginapan.

Setelah menelpon, dengan ramah ahjumma memberikan 1 cup kopi hangat untukku. Aku jadi terharu karena ahjumma itu kelihatan tulus memberikannya padaku.

Memang sih hanya 1 cup kopi hangat tapi itu sukses membuat hari pertamaku di Korea menjadi lebih baik apalagi saat itu udara memang terasa sangat dingin. Terima kasih ahjumma!

20161028_105822

AHA MOMENT kedua kudapatkan saat keesokan harinya aku mulai berjalan-jalan mengikuti rencana perjalanan yang telah kususun. Di sela-sela itu, temanku sedang mencari kafe salah satu member Super Junior, yaitu Sungmin karena ia ingin memberikan sesuatu untuk Sungmin.

1478595675805

Ternyata tak mudah untuk menemukan kafenya. Di tengah pencarian, kami lalu bertanya pada 2 orang ahjumma yang sedang lewat. Dan di luar dugaan, ahjumma ini sangat baik. Ia bahkan rela bolak-balik menemani kami mencari alamat itu. Ia juga aktif bertanya pada orang-orang yang lewat. Bahkan sampai menelpon kerabatnya untuk menanyakan hal itu.

Kami lalu merasa tidak enak karena ahjumma sangat gigih ingin membantu kami. Lalu akhirnya temanku berkata, “gwenchana ahjumma…it’s okay…maybe next day we’ll search it  again.” Ahjumma yang awalnya gigih pun menyerah sambil tersenyum dan tetap memberikan petunjuknya. Setelah itu kami tak lupa memberi hormat ala orang Korea karena kami betul-betul merasa bahwa ahjumma telah berbuat sangat baik untuk kami di hari itu. Gomawo ahjumma!

1478596284460

Mungkin keramahan warga lokal yang kurasakan langsung saat itu tak pernah ada dalam list itinerary perjalanan liburanku di Seoul Korea. Tapi berkat hal itu aku jadi berpikir untuk bisa kembali lagi ke Seoul dan merasakan kembali keramahan dan kebaikan warga lokal ketika aku benar-benar butuh pertolongan.

Tanpa mengabaikan tempat-tempat menarik yang kukunjungi saat berada di Seoul, keramahan warga lokal itu telah menyentuh sisi hatiku yang terdalam bahwa berbuat baik itu tidak perlu memandang ras, suku, agama, ataupun lainnya. Betapa menyenangkannya jika kita bisa saling tolong menolong. Itulah hikmah yang kurasakan dan aku merasa itu adalah sesuatu yang sangat indah dan berkesan di hatiku.

Berkat keramahan yang kudapatkan di hari pertamaku di Seoul Korea, aku mampu menaklukkan banyak tantangan lainnya karena aku selalu percaya bahwa orang baik ada di mana-mana. Karena itulah aku juga tak akan bosan untuk menggunakan skyscanner demi mencari dan mendapatkan tiket pesawat promo ke Korea Selatan di lain waktu.

Demi bisa merasakan keramahan warga lokal dan mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Korea Selatan khususnya kota Seoul, aku ingin kembali ke sana lagi. Lalu selama di sana akan tinggal di mana lagi? Tentu saja lagi-lagi aku akan mengandalkan skyscanner untuk mendapatkan referensi penginapan yang akan kutinggali selama berlibur di sana.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s