Pada Suatu Hari di Busan

1 November 2017. Sekitar jam 9 pagi pesawat AirAsia yang membawaku terbang dari KL ke Busan sekitar 6 jam lebih mendarat mulus di Gimhae Airport. Sekitar 30 menit ke depan baru benar-benar meninggalkan bandara & kesan pertama yang kutangkap adalah kota Busan yang tidak seramai Seoul. Meskipun begitu karena ini pertama kalinya aku ke Busan jadi aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kota ini selain yang kubaca di internet. Tentu saja karena ini adalah kota yang didominasi pantai, sehingga kebanyakan wisatanya adalah wisata yang berlokasi di sekitar pantai. Dan aku sendiri bukanlah orang yang tergila-gila dengan pantai mengingat di daerah tempat tinggalku juga banyak pantai.

Aku juga tidak akan bercerita banyak tentang tempat-tempat yang kudatangi di Busan mengingat waktu kunjungan yang singkat sehingga tidak banyak tempat yang kudatangi. Meski begitu aku juga sepertinya tidak mau lagi ke sini & hanya akan ke Seoul jika nanti ke Korea lagi. Bagiku Seoul adalah tempat yang selalu kurindukan.

Tapi ada 1 hal yang tidak akan kulupa tentang Busan. Bukan dari tempat wisata yang kukunjungi tapi karena kebaikan seorang cowok Busan di hari pertama aku tiba di sana. Kebaikan & wajahnya yang tampan sebanding. Aku tak akan lupa pada cowok itu. Cowok yang bahkan namanya pun tidak aku ketahui tapi di hari itu aku cukup banyak berinteraksi dengannya.

Dan Beginilah Kronologisnya…

Saat itu aku baru keluar dari exit 7 Busan Station. Sesuai dengan petunjuk dari ahjumma yang kutemui sebelumnya bahwa penginapanku Busan Sukbak Dot Com Guesthouse, bisa diakses melalui exit 7. Ahjumma yang baik hati itu bahkan menelepon guesthouse dan setelah itu ia pun menggambarkan posisi guesthouse. Karena kebaikannya itu kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih padanya. Ohya, ia berjualan pakaian di dalam Busan Stasiun yang posisinya dekat dari exit 1.

Sayangnya begitu keluar dari exit 7, aku kembali bingung, mau ke kiri, ke kanan, atau lurus? Awalnya aku ke kiri tapi tak menemukan apa yang tertulis di kertas itu. Lalu aku ke kanan sambil mengamati sekeliling. Lalu sepupuku bertanya pada seorang ahjussi sambil aku memperbaiki ikatan tali sepatuku. Dan pada saat aku mengikatnya, aku tak sengaja melihat cowok itu yang juga tengah melihatku lalu dia terus mengamati kami yang sedang bertanya. Tak lama cowok itu menyeberang ke arah kami dan dia pun ikut membantu.

Dibukanya hpnya lalu tak lama ia berkata, “follow me” dengan ramah. Saat itulah kami terlibat pembicaraan. Walau hanya pembicaraan ringan & berlangsung beberapa menit sepanjang jalan menuju guesthouse, tapi kenangan sepanjang jalan itu tak akan pernah kulupa.

Beberapa menit kemudian kami sampai di depan guesthouse, dan ia pun pamit. Dan hal yang kusesali adalah kami tak saling bertanya nama & tidak tukaran kontak. Memang di Korea banyak cowok cakep tapi yang baik & menawarkan kebaikannya adalah dia. Dan kadang aku bertanya dalam hati,

Mengapa dari sekian banyak orang di sana, hanya dia yang datang?

Ini bukan kebetulan bukan? Aku yakin Tuhan telah merencanakan semua ini😇

Dan kedua foto di atas diambil diam-diam oleh sepupuku tanpa sepengetahuanku… really thanks to her😘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s