Sebulan di Seoul

Hi…i’m back again setelah hiatus beberapa bulan 🙂 Kali ini aku mau cerita soal pengalamanku selama tinggal sebulan di Seoul. Woww…sebulan? Ngapain aja di sana? Oke, daripada penasaran, simak aja ceritanya berikut….

20 Maret 2018

Di hari itu secara tak sengaja aku membaca postingan dari Eid Guesthouse Fanpage tentang program Working Exchange untuk periode Mei – Juni 2018. Working Exchange sendiri adalah suatu program yang biasanya diadakan oleh suatu penginapan (hostel/guesthouse) dimana mereka akan memberikan penginapan gratis beserta fasilitas yang tersedia di penginapan itu dengan syarat, kita membantu di penginapan itu. Biasanya kita akan diminta untuk menjadi staff penginapan yang tugasnya mengelola penginapan itu, mulai dari mengurus proses check-in tamu, mempersiapkan kamar atau ranjang yang akan ditempati tamu, serta memastikan suasana yang tetap kondusif di penginapan itu. Boleh dibilang pekerjaan ini menyenangkan sekaligus banyak tantangannya. Tapi yang pasti, kita bisa belajar banyak mulai dari hal-hal yang kecil hingga yang besar, serta kesempatan mendapat banyak teman baru. Dan aku sendiri sangat senang karena dikasih kesempatan untuk mencobanya meski hanya sebulan mengingat masa tinggal visa liburan Korea untuk WNI hanya berlaku sebulan saja.

Aku bisa mendapat kesempatan ini juga tidak langsung pada hari itu. Karena setelah membaca postingan itu, akupun langsung mengirim pesan. Beberapa jam kemudian pesanku dibalas & interview singkat berlangsung via pesan fb selama beberapa hari. Hingga akhirnya di hari ke-4 pihak Eid Guesthouse meminta nomor wa-ku dan akhirnya DEAL! Akupun segera mencari tiket pesawat ke Seoul. Dan ternyata di saat bersamaan ada promo tiket pesawat untuk rute Makassar – Kuala Lumpur (by AirAsia) dan Kuala Lumpur – Seoul (by Malaysia Airliness). Akupun berangkat pada 30 April 2018 dari Makassar ke Kuala Lumpur dan 1 Mei 2018 dari Kuala Lumpur ke Seoul.

2 Mei 2018

Di hari rabu pagi sekitar pukul 8, pesawat yang membawaku ke Seoul tiba dengan selamat. Setelah melewati proses imigrasi & mengambil bagasi, sekitar pukul 10 pagi aku segera meninggalkan bandara Incheon. Saat ke sana aku hanya membawa uang tunai Korea sebesar 7.000 won yang merupakan uang sisa waktu ke Korea November 2017 lalu. Karena negara ini menganut sistem cashless alias warganya lebih suka menggunakan kartu untuk pembayaran daripada uang tunai, maka imigrasi Korea tak pernah menanyakan berapa jumlah uang tunai yang kita bawa saat di sana. Meski begitu kita memang perlu membawa uang tunai secukupnya untuk jaga-jaga jika kartu atm bermasalah.

Hari itu wilayah Seoul & sekitarnya hujan cukup deras. Karena sendiri, aku pun memutuskan untuk naik subway (kereta) dari bandara Incheon ke stasiun Itaewon yang akan menjadi wilayah tempat tinggalku selama sebulan di Seoul. Sekitar 1 jam 30 menit perjalanan ditempuh dengan transfer di stasiun Gongdeok sebelum akhirnya tiba di stasiun Itaewon. Setelah tiba, aku lalu keluar melalui exit 3 sebagai pintu keluar yang terdekat menuju Eid Guesthouse.

759846_image2_1
gerbang Seoul Central Mosque di Itaewon

Wilayah Itaewon sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak pendatang warga asing. Di area ini terdapat Masjid Seoul yang menjadi satu-satunya masjid di ibukota Korea Selatan. Selain masjid, di sekitarnya banyak terdapat restoran halal. Tapi di saat yang sama, di sana juga menjadi salah satu pusat hiburan malam dengan banyaknya club. Suasana yang semakin ramai saat malam hari membuatku tak pernah takut untuk pulang malam karena tempat ini ramai 24 jam. Meski begitu kita juga harus tetap waspada. Dan alhamdulillah selama di sana, tak pernah mendapat gangguan dari orang-orang yang iseng.

Tentang Eid Guesthouse

Eid Guesthouse adalah salah satu penginapan di kota Seoul dengan konsep moslem friendly alias ramah muslim. Konsep ramah muslim yang ditawarkan adalah karena tersedianya fasilitas-fasilitas untuk muslim seperti ruang sholat pada lobi beserta peralatan sholat, alqur’an, serta adanya aturan yang menegaskan untuk tidak membawa makanan dan minuman yang haram seperti pork dan wine.

22310515_1719321251471658_5579184780950044227_n
photo credit: eidguesthouseseoul official facebook

Harga yang ditawarkan pun termasuk murah, yakni 13.000 won untuk weekdays (minggu – kamis), dan 15.000 won untuk weekend (jum’at – sabtu). Kalian bisa memesan via booking.com atau mengirim pesan di fanpage-nya di facebook. Bahkan kalian bisa dapat diskon lumayan jika ingin tinggal lama, misalnya sebulan atau lebih. Metode pembayaran yang digunakan pun fleksibel karena bisa dibayar langsung di penginapan saat kalian check in. Ini berlaku baik yang melalui booking.com maupun yang melalui pesan di FB. Pembayaran bisa menggunakan uang tunai maupun kartu (debit/kredit).

22279826_1719320971471686_5201323071417062129_n
photo credit: eidguesthouseseoul official facebook

Ada 3 ruang kamar di guesthouse ini, yakni private room yang bisa menampung hingga 6 orang,& terletak di lantai 1. Lalu di lantai 2 ada female dormitory yang menyediakan 6 ranjang khusus tamu perempuan, dan male dormitory yang menyediakan 4 ranjang khusus tamu laki-laki.  Semua kamar dilengkapi dengan bathroom sehingga kalian tak perlu keluar kamar hanya untuk mandi. Di setiap kamar telah disediakan fasilitas dasar seperti: arah kiblat, sajadah, setrika, dan hair dryer.

28871158_1934699886600459_8593617929506958570_n
photo credit: eidguesthouseseoul official facebook

Guesthouse ini juga menyediakan fasilitas dapur yang terletak di lantai 2, dimana terdapat kompor, rice cooker, microwave, serta peralatan masak dan makan. Guesthouse ini menerapkan sistem self service, jadi setelah kalian masak dan makan, wajib untuk membersihkan kembali peralatan yang telah dipakai. Selain itu, terdapat mesin cuci yang mengenakan tarif 3.000 won sekali pakai (bisa memuat hingga 7 kg). Dan pakaian yang telah dicuci bisa dijemur di rooftop lantai 2.

22366307_1719320964805020_143146810580393733_n
photo credit: eidguesthouseseoul official facebook

Teman-teman Berkesan Selama Sebulan di Korea

Meski sebelumnya sudah pernah ke Korea, tapi baru kali ini yang benar-benar sendiri. Meski awalnya sempat khawatir, tapi aku berusaha untuk berpikiran positif dan terus berdoa semoga senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Sebulan di Korea telah memberiku banyak pengalaman berharga dan teman-teman baru yang berkesan. Mereka sudah seperti keluarga bagiku saat aku berada jauh dari keluarga. Aku tak akan pernah lupa kebaikan kalian-kalian semua terutama untuk Nasihah dan Fariq yang telah memberiku kesempatan berharga ini. Aku tak akan pernah lupa sampai kapanpun dan semoga bisa bertemu lagi di Seoul.

Begitu juga teman-teman baru yang sudah seperti keluarga bagiku. Di hari pertama aku berkenalan dengan Mya, teman dari Malaysia dimana kami hanya sempat berbincang sekitar 1 jam sebelum dia check out & aku yang mau keluar. Agar tak kehilangan jejak, kami pun saling bertukar instagram. Lalu ada Raka dari Indonesia, teman sekamar selama beberapa malam sekaligus tempat berbagi cerita.

Lalu saat aku mengikuti event dari Seoul Tourism, aku bertemu lagi teman-teman baru seperti Memi dari Brunei Darussalam yang orangnya sangat ramah dan baik dan dia emang sering ke Korea. Lalu ada Zawani dan Intan dari Malaysia. Setelah pulang dari event itu, kami pun menyempatkan makan bareng di Yangpang Chicken dekat Ehwa University dan ditraktir oleh Memi. Terima kasih banyak & semoga bisa bertemu lagi di Seoul atau dimanapun.

Lalu ada juga Hafsa dari Canada yang menginap semalam di guesthouse namun kami menjadi sangat akrab dalam semalam setelah ngobrol di lobi setelah tarawih. Selain itu ada Farhana dari Malaysia yang menjadi teman sekamar menjelang 2 minggu aku balik ke Indonesia dan di saat itu aku sudah sangat kangen dengan Indonesia. Farhana yang selalu tersesat karena jalan sendiri, akhirnya kami bisa jalan bareng di 2 hari terakhir dia akan balik ke Malaysia. Farhana yang lucu dan sering menjadi tempat curhatku ketika aku benar-benar homesick.

37692571_10217015437007836_768990254848802816_n
with Farhana… funny sister from Malaysia ~

Lalu begitu Farhana check out, 2 hari kemudian alias 4 hari sebelum aku balik ke Indonesia, ada lagi tamu dari Malaysia dengan nama Farhana alias Hana. Dia adalah seorang kpopers dan selama 3 hari itu kami selalu jalan bareng termasuk menemaniku jadi stalker di JYP Entertainment, kantor agensi Yoon Park.

37646963_10217015431007686_5899335377184882688_n
with another Farhana…just call her “Hana”…she’s totally kpopers ~~

Last but not least…..my Korean friend’s roommate, Haeyeon yang kebetulan dia juga stay selama sebulan dan dialah yang paling suka bantuin aku selama di sana. Di kala senggang, kami suka berdiskusi meski terkendala bahasa. Yang pasti Haeyeon adalah teman yang sangat baik & tulus….aku bisa merasakannya

31 Mei 2018

Dan pada akhirnya tibalah hari kepulanganku ke tanah air. Di satu sisi aku merasa sedih karena akan meninggalkan tempat yang telah memberiku banyak pengalaman berharga sekaligus pencerahan batin, tapi di sisi lain aku betul-betul kangen dengan Indonesia. Dan itu mengingatkanku pada penggalan dari dari novel “Negeri 5 Menara” karya Ahmad Fuadi:

Merantaulah… agar kamu tahu bagaimana rasanya rindu dan kemana harus pulang.

Merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

Merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

Merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya pada kampung halamanmu, pada mereka yang kau tinggalkan.

Merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

Merantaulah… engkau akan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepaskanmu pergi jauh.

Merantaulah… engkau akan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

Merantaulah… semakin jauh tanah rantauanmu, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang.

Sekali lagi.. merantaulah… engkau akan tahu kenapa kau harus pulang dan engkau pun akan tahu siapa yang akan kau rindu….

Meski aku hanya menghabiskan waktu selama sebulan di Seoul Korea, aku tahu bahwa hatiku masih dan akan selalu ada di sana…. tanah kelahiranku, Makassar, Indonesia.

37658577_10217015532890233_2756994087746797568_n

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s